SEMARANG — Pasca pelaksanaan arus mudik dan balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Semarang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sekaligus merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di masa mendatang. Jasa Raharja hadir sebagai bagian dari ekosistem BUMN dalam memastikan perlindungan masyarakat tetap optimal, khususnya bagi pengguna transportasi umum.
Rakor tersebut dibuka oleh Agus Suryonugroho dan dihadiri Dudy Purwagandhi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta pimpinan BUMN sektor transportasi seperti Jasa Marga, ASDP Indonesia Ferry, dan Pelindo.
Dalam evaluasi tersebut, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak hanya terletak pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada tingkat keselamatan pengguna jalan. Sinergi antarinstansi, kesiapan personel, serta pemanfaatan teknologi dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kecelakaan selama periode Lebaran.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebagai dasar peningkatan kualitas layanan transportasi nasional. Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap perjalanan yang aman dan nyaman terus meningkat, sehingga inovasi dan kolaborasi harus terus diperkuat.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Fokus utama diarahkan pada percepatan penanganan korban kecelakaan, optimalisasi penyaluran santunan, serta penguatan koordinasi di lapangan.
“Evaluasi pasca Operasi Ketupat menjadi dasar bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan. Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar kehadiran Jasa Raharja benar-benar dirasakan masyarakat, ” ujarnya.
Melalui langkah berkelanjutan ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih aman, responsif, dan terintegrasi. Evaluasi pasca Lebaran diharapkan mampu menjadi acuan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik di masa mendatang.

Updates.